Rabu, 03 Maret 2010

Di balik opsi A dan C di pansus century

INILAH.COM, Jakarta — Pansus Hak Angket Bank Century akhirnya memutuskan dua opsi yang lebih dikenal dengan opsi A dan opsi C. Bukan persoalan mudah bila akhirnya pansus bersepakat memilih dua opsi itu. Nuansa intrik dan adu strategi tampak jelas dalam penentuan kedua opsi itu.

Pertama kali muncul istilah opsi kesimpulan saat Tim Perumus yang dipimpin Mahfudz Siddiq hampir selama lima hari dari Kamis (25/2) pekan lalu hingga Senin (1/3) malam. Hingga Senin (1/3) sore, opsi kesimpulan masih terdapat tiga opsi; opsi A, kebijakan dan pelaksanaan FPJP dan PMS tidak ada masalah; opsi B, kebijakan FPJP dan PMS tidak ada masalah, namun pelaksanaan bermasalah. Sedangkan opsi C, kebijakan dan pelaksanaan FPJP dan PMS bermasalah.

Ketiga opsi itu hingga sehari menjelang pengambilan kesimpulan di sidang paripurna masih terjadi tarik ulur antarafraksi di Pansus Century. Saat rapat pleno internal Pansus Century Senin (1/3) sore, Pansus Century belum bisa memutuskan opsi mana yang dipakai dari tiga opsi tersebut. Akhirnya sekitar pukul 18.30, rapat pleno Pansus Century diskors hingga pukul 22.00.

Saat skors diambil oleh Pansus Century, sebenarnya sudah tampak mengerucut fraksi-fraksi untuk memilih dua opsi. "Kecedendrungannya akan dipilih opsi A dan opsi C. Harapannya hanya satu opsi," ujar anggota Pansus Bank Century dari FPPP Muhammad Romahurmuziy.

Saat rapat pleno pansus diskors, Tim Perumus kembali ditugaskan membahas kembali rumusan kesimpulan dan rekomendasi hingga pukul 21.00. Tujuannya agar dalam sidang paripurna tidak ada lagi perdebatan di internal pansus. Karena saat di sidang paripurna yang dibawa adalah suara pansus, bukan fraksi per fraksi.

Nah, saat skors sidang pleno paripurna inilah, adu strategi dan taktik diadu. Karena skors sidang pleno bukanlah skors biasa. Aura politis cukup kental dalam skors sidang pleno pansus Century tersebut. "Demokrat biar tahu rasa kita kerjain, malam ini kan mereka bertemu dengan Ketua Dewan Pembina," ujar seorang anggota pansus dari salah satu partai besar di parlemen kepada rekan sefraksinya di sela-sela salat Maghrib di gedung DPR, Jakarta, Senin (1/3).

Memang Senin (1/3) malam Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono mengumpulkan seluruh anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI di kediaman pribadi, di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat. "Ya untuk konsolidasi internal," ujar Ketua FPD Anas Urbaningrum ketika dikonfirmasi perihal pertemuan Senin (1/3) malam.

Setelah skors dicabut oleh pimpinan sidang, tepat pukul 22.00 atau 12 jam menjelang rapat paripurna, rapat internal Pansus Century kembali rapat untuk memutuskan opsi yang akan diambil oleh pansus. Dalam rapat itu perdebatan tetap saja terus terjadi. Setidaknya, rapat pleno Pansus Bank Century terkait opsi kesimpulan dan rekomendasi berakhir sekitar pukul 00.30 Selasa (2/3) dini hari.

Memang tampak normal rapat Pansus Bank Century tentang opsi kesimpulan dan rekomendasi hingga dini hari. Karena memang, rapat pansus hingga dini hari bukan kali pertama ini saja. Namun, momentum rapat hingga dini hari di saat menjelang paripurna menjadi tak wajar.

Menurut seorang satu anggota Pansus Bank Century yang enggan disebutkan namanya menegaskan, rapat hingga dini hari terkait opsi A dan C memang didesain. "Itu sengaja kita lakukan, ya buying time. Agar Partai Demokrat tak melakukan sejumlah tekanan ke partai koalisi jelang Sidang Paripurna," ujar politisi yang tergabung dengan koalisi SBY-Boediono ini.

Upaya itu tampaknya memang cukup berhasil. Setidaknya opsi A dan C pada akhirnya dipilih oleh Pansus Century untuk dibawa ke sidang paripurna DPR. Kedua opsi ini bukanlah opsi biasa saja. Karena dua opsi ini saling diamteral satu dengan lainnya. Karena dengan dua opsi ini pulalah, dapat dengan mudah publik memetakan sikap fraksi yang konsisten dan fraksi yang berbelok.

Jika memakai format opsi A dan C, bisa jadi peta kekuatan antara pro bailout dan kontra bailout dapat dengan mudah dilihat. Setidaknya, fraksi yang memilih opsi A terdiri dari FPD, FPKB, dan FPAN. Sedangkan fraksi yang memilih opsi C yaitu FPG, FPDIP, FPKS, FPAN, F Gerindra, dan F Hanura.

Sekadar diketahui di opsi C, di poin kesimpulan poin tiga, terdapat matrik yang menyebutkan nama-nama dan pihak yang bertanggungjawab di setiap tema yang telah dibahas oleh Pansus Bank Century. Kondisi ini jelas menunjukkan kelas mana partai yang makan asam garam dan mana partai yang berbau kencur. Karena tak bisa dipungkiri, Partai Golkar memiliki andil yang dominan terkait opsi dan skenario Pansus Bank Century. [mor]

Rusuh, Demo Century Dipukul Mundur dari DPR



VIVAnews - Bentrokan terjai di depan gedung DPR. Bentrokan terjadi antara polisi dengan demonstran yang berasal dari gabungan mahasiswa.

Pantauan VIVAnews bentrokan terjadi saat massa mahasiswa melempari polisi yang berada di depan gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Jakarta, Rabu 3 Maret 2010.

Massa gabungan mahasiswa itu antara lain berasal dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), dan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI).

Batu dan bambu dari arah mahasiswa dilempar ke arah polisi. Pasukan keamanan pun menjawab dengan semprotan meriam air dari mobil watercannon.

Meski disemproti air, mahasiswa terus melawan. Akibatnya, polisi terpaksa melemparkan gas air mata ke arah demonstran.

Barikade polisi terus menekan mahasiswa untuk menjauh dari gerbang DPR. Polisi terus menekan mahasiswa ke arah Gedung Manggala Wana Bhakti milik Departemen Kehutanan. Mahasiswa mulai berhasil dipukul mundur.



Oleh Dese Susilo pramono paeh


wakil rakyat berantem,pendemo bawa molotov


Grand final kerja panjang Panita Khusus (Pansus) Hak Angket Bank Century berlangsung penuh kejutan. Sayangnya, bukan kejutan dalam pengertian cerdas, kejutan yang bisa memberikan pembelajaran politik yang baik pada rakyat, melainkan kejutan memalukan. Kericuhan terjadi di dalam dan di luar gedung dewan.

Di dalam gedung, nyaris terjadi baku pukul massal antar anggota dewan. Bermula dari sikap pimpinan sidang paripurna yang juga Ketua DPR RI, Marzuki Alie, mendadak menutup sidang. Menurutnya, sidang pada Selasa (2/3) itu, hanya berisi agenda mendengarkan pandangan akhir fraksi seputar kerja pansus. Sikap Marzuki langsung disambut protes.


Anggota Pansus Century dari Fraksi Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) Akbar Faisal, menyebut Marzuki telah melakukan kejahatan konstitusional. Akbar akhirnya diusir dari ruangan sidang karena dianggap tak sopan. Tentang ini Akbar berkilah. "Saya maju ke podium pimpinan bukan untuk menyerang dia. Tetapi menunjukkan bukti tatib yang memungkinkan parpipurna bisa membatalkan keputusan bamus. Dalam tatib itu, bamus lebih rendah dari paripurna," katanya.


Senada Akbar adalah Ganjar Pranowo. Menurutnya kericuhan terjadi lantaran ketua sidang terlalu bernafsu menutup paripurna. Padahal seharusnya, jika kondisi forum memanas, cukup diskors. "Harusnya dia tenang, bisa diskors saja dulu karena memang situasi masih alot," ujarnya.


Marzuki Alie sendiri menyatakan, menurut keputusan Bamus DPR, sidang paripurna membahas Century akan berlangsung dua hari yaitu hari ini dan besok. Dia mengakui, sidang paripurna memang lebih tinggi dibandingkan rapat Bamus DPR. Namun saat dia membuka sidang, tidak ada usulan untuk menambahkan agenda sidang.


Menurut Marzuki, saat membuka sidang, dia sudah membacakan agenda sidang hari ini yang ada dua. Pertama, pelantikan Taufik Kurniawan sebagai Wakil Ketua DPR menggantikan (alm) Marwoto. Kedua, mendengarkan pembacaan hasil kerja Pansus Century. Tidak ada anggota yang meminta perubahan agenda. "Tapi waktu sudah mau ditutup kok mau diubah-ubah lagi," sebutnya seraya menambahkan, dirinya akan tetap memimpin sidang paripurna lanjutan, Rabu (3/3) hari ini.


Kericuhan di dalam gedung berbanding lurus dengan situasi di luar gedung. Ratusan massa pengunjukrasa, bentrok dengan aparat keamanan. Pengunjukrasa yang berasal dari elemen mahasiswa sejumlah perguruan tinggi di Jakarta serta aktivis Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini, membakar spanduk dan melempari polisi dengan batu. Melihat reaksi massa yang telah tak terkendali, polisi melepaskan beberapa kali tembakan peringatan. Massa yang berusaha meringsek masuk ke halaman gedung dewan, dipukul mundur dengan menggunakan water canon.


Saat memukul mundur demonstran, aparat kepolisian menemukan bom molotov. Empat bom molotov itu belum sempat diledakkan. Bom molotov yang dirakit dalam botol minuman ringan ini ditemukan di depan Restoran Pulau Dua, Senayan, Jakarta. Bom bersumbu kain, dan berisi bensin lalu dibawa ke pos jaga di Gedung DPR. Belum diketahui siapa yang membawa bom molotov tersebut.


Dalam aksi kerusuhan, polisi mengamankan sedikitnya enam demonstran, termasuk Laode Kamaludin, yang wajahnya sepintas mirip dengan peneriak "Boediono maling" saat Wapres memenuhi panggilan Pansus Century bulan Januari lalu. Kala itu Laode sempat ditangkap sebelum akhirnya dibebaskan. Namun polisi belum mengeluarkan pernyataan perihal ini. Selain bom molotov, turut disita sejumlah barang bukti antara lain spanduk, poster dan juga sebuah mobil Toyota Land Cruiser hitam B 99 ES. Kadiv Humas Mabes Polri Irjen Pol Edward Aritonang menyebutkan, mobil ini adalah milik pengacara Eggy Sudjana.

Presiden Tolak Berkomentar


Presiden SBY memilih menahan diri untuk berkomentar soal kericuhan yang dalam sidang paripurna DPR tentang Pansus Century. Pada waktunya Presiden SBY akan menyampaikan pandangan dan pikirannya sendiri terkait kasus bailout Bank Century. "Bapak presiden menahan diri untuk berkomentar terkait yang terjadi di DPR hari ini. Mudah-mudahan dalam pidatonya nanti, akan diungkapkan pandangan-pandangan beliau," kata Juru Bicara Kepresidenan Julian Aldrin Pasha di Istana Negara, kemarin.


Lebih lanjut dikemukakannya, dalam waktu dekat Presiden SBY memang akan menyampaikan pandangan dan pikiran-pikirannya terkait kasus Bank Century. "Presiden akan menyampaikan pandangan dan pikiran-pikiran beliau dalam waktu dekat," ujarnya.

DETIK- VIVA -INILAH | GLOBAL | JAKARTA

Share

Roy suryo mengacau di gran final pansus century


JAKARTA - Di saat DPR menggelar sidang paripurna dengan agenda keputusan akhir Pansus Hak Angket kasus Century, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Selasa pagi tadi, membuka Rakernas XIV Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) di Hotel Ritz Carlton, Mega Kuningan Jakarta. Dalam acara tersebut Presiden SBY tampak santai dan sama sekali tak menyinggung kasus Bank Century. Sementara, Menteri Keuangan Sri Mulyani yang ikut mendampingi presiden di Rakernas Hipmi tampak tegang. Di saat presiden berpidato,

Sri Mulyani sering tertunduk sambil mengamati ponsel di genggamannya. Presiden dalam pidatonya lebih banyak berharap agar Hipmi mampu berperan membawa kemajuan dan kesejahteraan bagi rakyat Indonesia.

Roy Suryo mengacau
Ketika Ketua Pansus Hak Angket Century, Idrus Marham membacakan kesimpulan hasil Pansus, Roy Suryo dari Fraksi Demokrat berkali-kali mengacau sidang paripurna DPR dengan berteriak huuu...., sementara Ruhut Sitompul justru tampak lebih tenang.

Sementara itu suasana di sekitar gedung DPR, Selasa pagi tadi diwarnai aksi demo. Aparat keamanan all out menjaga sidang paripurna DPR dengan agenda utama penyampaian hasil kerja Pansus Angket Century. Sebanyak 2.000 polisi dikerahkan di gedung wakil rakyat.

Seluruh unsur kepolisian diturunkan seperti dari Samapta, Brimob, Polda dan Polres Jakpus. Kekuatan tersebut didukung oleh kendaraan penyemprot air (water cannon), penghalau massa (baracuda) dan pengamanan tameng (security barrier).

Peta kekuatan Pansus Century diprediksikan Fraksi PDIP 40 persen anggota DPR akan menyatakan tidak ada masalah dalam pemberian FPJP dan PMS. Namun, 60 persen akan menyatakan sebaliknya.

Hal ini disampaikan anggota Pansus dari FPDIP, Eva Kusuma Sundari di Gedung DPR, Jakarta, Selasa (2/3) pagi tadi.

”Di atas kertas, 40 : 60. 40 yang 3 fraksi (Demokrat, PAN, PKB), 60 yang 6 fraksi (Golkar, PDIP, PKS, PPP, Hanura, Gerindra)," ujar Eva.

Tapi, menurut Eva, kekuatan ini masih bisa berubah. Karena di politik tidak tahu siapa kawan dan siapa lawan. Jika terbuka masih kesempatan lobi masih bisa berubah.

Selain itu, pihaknya juga meminta agar dalam sidang Paripurna pansus dapat melakukan voting. "Itu harapan kita. PDIP hadir semua kecuali 4 orang," kata dia.

Sebelumnya tim perumus memetakan pandangan dari sembilan fraksi yang menjadi kesimpulan Pansus. Kesimpulan tersebut antara lain, kesimpulan A menyebutkan, Fasilitas Pinjaman Jangka Pendek (FPJP) dan bailout secara kebijakan maupun teknis pelaksanaan tidak bermasalah.

Sedangkan kesimpulan B, FPJP dan bailout hanya bermasalah dalam teknis pelaksanaan, namun tidak dalam kebijakan.Kesimpulan C, FPJP dan bailout bermasalah, baik dalam kebijakan maupun teknis pelaksanaan.

Ahmad Yani dari Fraksi PPP menyatakan, sangat mungkin PDI Perjuangan, Golkar, Hanura, PKS dan Gerindra memilih kesimpulan C, di mana FPJP dan bailout Century dianggap bermasalah, baik dalam kebijakan maupun teknis pelaksanaannya.

Kubu Partai Demokrat, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Amanat Nasional (PAN) hampir pasti memilih kesimpulan A, dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mungkin memilih kesimpulan B.

Hingga berita ini diturunkan, untuk sementara gambaran suara yang pro kubu Demokrat atau pro kesimpulan A adalah : 148 anggota DPR Partai Demokrat, PAN dengan 46 anggota, PKB 28 dan PPP 38 anggota, sehingga total 260 suara.

Sementara yang kontra kubu Demokrat dan mengambil sikap oposisi atau kritis adalah PDIP dengan 94 anggota DPR, Golkar 106 anggota DPR, PKS 57 anggota, Gerindra 26 dan Hanura 17 suara, sehingga total suara 300.

Jika semua anggota DPR hadir dalam sidang paripurna itu, hampir pasti kubu Partai Demokrat (SBY-Boediono) kalah, sebab 300 lawan 260. "Inilah yang mungkin bisa membuat kubu SBY panik dan nervous," kata pengamat politik UGM Arie Sujito.

Anggota Pansus DPR, Romahurmuzy mengatakan, gelagat akan munculnya satu rekomendasi bukan berarti suatu pemborosan keuangan negara. "Dalam politik memang ujung-ujungnya kompromi. Di seluruh dunia pun semuanya begitu. Transaksinya adalah transaksi pendapat dan keputusan politik," tandas anggota DPR dari PPP itu.

Kompromisme itulah yang dikecam mahasiswa karena berarti parpol-parpol itu inkonsisten dan tampak sekali dikendalikan oleh para bos partai. Meminjam studi akademisi John Sidel dan Ollo Tornquist, di Indonesia, sebagaimana di Filipina, terbukti para bos masih mengendalikan parpol dengan modal dan jaringan mereka.

Akibatnya, parpol-parpol tak mandiri dan tercekik kepentingan bos-bos yang mendominasi partai. "Ini buruk bagi demokrasi," kata M Subhi Ibrahim MA, Direktur PSIK Universitas Paramadina.

Sejak awal, para pengamat politik dan aktivis memperingatkan partai-partai politik di parlemen agar tidak melakukan politik dagang sapi (deal), karena mereka bakal jadi sasaran protes mahasiswa maupun masyarakat.

"Inkonsistensi setiap parpol di parlemen dalam kasus Century akan membuat geram dan kecewa publik. Selain itu, krisis legitimasi akan mengancam parpolparpol yang deal dalam soal Century itu," kata A Chozin Amrullah, Ketua Umum PB-HMI MPO, Selasa (2/3) pagi tadi.

Sementara Airlangga Pribadi dari Fisip Unair Surabaya menegaskan, parpol-parpol yang inkonsisten dan membuat deal dengan pemerintahan SBY atau kubu Demokrat, hampir pasti terancam krisis legitimasi dan kehilangan kepercayaan rakyat.

Sementara aksi demo besar-besaran dari pendukung Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di gedung DPR dan dilaporkannya 108 mantan anggota DPR ke Bareskrim, menunjukkan adanya kepanikan tim sukses dan para pendukung SBY terhadap adanya pelanggaran kasus Century yang dilakukan orang-orang SBY.

"Itu bentuk kepanikan dari tim sukses dan para pendukung SBY di saat enjuritime.Sebab lobi-lobi yang mereka lakukan terhadap sejumlah fraksi gagal, sehingga jalan yang mereka tempuh untuk melemahkan Pansus adalah dengan melakukan penekanan terhadap sejumlah mantan anggota dan anggota DPR yang mereka nilai masih ngotot menyalahkan pemerintah dalam bailout Bank Century," kata Direktur Indonesian Budget Center, Arif Nur Alam kepada Wawasan, Selasa pagi tadi di Jakarta.

Namun, kata Arif, sekarang ini publik makin cerdas. Apa pun yang dilakukan para pendukung SBY sudah diyakini bahwa tindakan itu hanya untuk melemahkan Pansus. "Jangan dikira masyarakat bodoh, "katanya.

Arif menilai, apa yang dilakukan tim sukses dan pendukung SBY dengan melakukan aksi turun ke jalan sebenarnya sangat kontraproduktif dengan pernyataan SBY sendiri yang sebelumnya menginginkan agar kasus Century ini dibuka seterang- terangnya dan jangan ada yang ditutup-tutupi,

"Tindakan itu kontrapoduktif. Apalagi SBY kemarin mengatakan dialah yang bertanggung jawab terhadap bailout Century,"tandas Arif.inl/ary-sn

Selasa, 16 Februari 2010

INGIN PINTAR DAN KREATIF?

Persaingan itu indah, setuju? Seseorang yang ingin kreatif dan pintar harus berani menghadapi persaingan. Coba bayangkan jika anda hidup tanpa persaingan, apakah anda bisa menjadi pintar dan kreatif? Dulu sebelum bermunculan stasiun TV seperti sekarang ini, yang ada hanya TVRI, apakah TVRI bisa menyembahkan acara-acara menarik seperti sekarang ini? bahkan televisi tertua di Indonesia itu jika bukan karena milik pemerintah mungkin sudah mati.

Untuk di Jogja, stasiun tv lokal juga mulai bermunculan. Menurut kabar yang beredar jogja akan ada 6 stasiun tv swasta lokal, tentu ini akan menambah persaingan baru, yang membuat stasiun-stasiun tv tersebut menjadi lebih berkualitas, atau mungkin menjadi mati karena kalah bersaing. Untuk saat ini tv lokal tersebut diantaranya Jogjatv, RBTV, TuguTV (tidak tahu masih beroperasi atau tidak), Malioboro TV (yang kalau tidak salah disingkat menjadi MBO atau MTV, yang dimiliki oleh Jawa Pos Group).

Ada yang takut dengan persaingan, ada juga yang menghindar dari persaingan, tetapi adakah yang mencari persaingan? pasti ada, tetapi mungkin dalam jumlah yang sedikit, karena persaingan identik dengan kerja keras. Tetapi jika kita lihat, karena tidak adanya persaingan banyak tempat-tempat kursus yang mengadakan semacam simulasi persaingan, supaya nantinya orang-orang tersebut bisa menghadapi persaingan dimasyarakat. Lalu sebenarnya persaingan itu perlu atau tidak?

Menurut saya sangat perlu jika ingin lebih maju. Coba lihat bagaimana film atau musik indonesia sebelum film dan musik luar negeri datang? walaupun kadang hanya ikut-ikutan dari luar, atau terlalu berkiblat kesana, tetapi paling tidak dengan adanya film-film dan pemusik dari luar membuat mereka yang di Indonesia menjadi terpacu, karena jika tidak mengikuti arus jaman pasti akan ditinggalkan.

Jadi persaingan bukan hal yang harus ditakuti atau dihindari, tetapi harus dihadapi. Karena dengan persaingan tersebut kita menjadi tertempa oleh waktu dan keadaan, yang akan membuat kita menjadi lebih matang, lebih berkualitas, lebih pintar, lebih kreatif, dan lebih dewasa. saya menjadi teringat lagu dewa, hadapi persaingan dengan senyuman :)
Semoga Bermanfaat!


Ikut Bisnis Online dengan modal Pas-Pasan, KLIK DISINI.




Dapatkan informasi seputar Inspirasi Bisnis, Make Money Online, Lowongan Kerja, dan berbagai trik dan tips yang akan saya kirim ke email anda. Gratis!





Kamis, 11 Februari 2010

Asal usul facebook

kan menghapusnya.

Wednesday, May 6, 2009

Kasus Antasari Ashar : Dagelan Atau Kasus Kriminal ?

Dunia begitu terkejut ketika polisi Repiblik Endonesya telah menangkep Bos KPK Antasari Ashar dan segera menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan Nasrudin Zulkarnain. Dan secara bersemangat KPK mengusulkan pencopotan Antasari sebagai Bos KPK. Berita-berita miring pun segera bertebaran menghiasi media masa kita untuk ikut-ikutan mengadili Antasari, seolah-olah Antasari sudah bersalah.

Kita seolah melupakan bahwa KPK di bawah Antasari telah berhasil mengungkap kasus-kasus korupsi kelas kakap. Bayangken, besannya SBY aja dia seret ke penjara.Itu semua seolah tidak ada artinya. Masyarakat seolah 'dipaksa' untuk percaya kalo Antasari adalah the Killer.

Dalam situasi yang nggak jelas seperti ini, ada baiknya kita juga menengok apa opini yang berkembang di media-media asing. Karena, menurut Mas Guru, dalam situasi seperti ini bisa jadi mereka lebih objektif. Salah satu contoh yang tidak diangkat oleh media cetak, bahwa menurut pengakuan adik Nasrudin di salah satu televisi, pada saat di bawah ke rumah sakit, selama 12 jam tidak ada tindakan medis diberiken kepada korban. Bahkan,menurut adik Nasrudin, saat itu dikatakan bahwa ICU sejakarta sudah penuh.

Berikut berita Antara yang mengangkat pemberitaan dari media luar negeri :

Dunia Kabarkan Penahanan Antasari Azhar


Jakarta (ANTARA News) - Selain menjadi berita utama pers dalam negeri, kabar penetapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang kini nonaktif, Antasari Azhar, menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan direktur satu BUMN, Nasrudin Zulkarnaen, juga diberitakan luas media internasional.

Harian Australia, The Sidney Morning Herald, hari ini, menurunkan judul "Indonesian anti-graft chief arrested for murder" (kepala lembaga anti korupsi Indonesia ditangkap karena pembunuhan), hampir sama dengan koran AS, Washington Post, yang merilis judul "Indonesia anti-corruption chief arrested in murder."

"Antasari Azhar yang memimpin serangkaian penyelidikan tingkat tinggi terhadap para pejabat dan lembaga pemerintah, telah menjadi tersangka namun membantah melakukan pelanggaran hukum," demikian Washington Post yang bersama harian Inggris, The Guardian, mengambil sumber sama dari Associated Press.

Indonesia, demikian The Post dan Guardian, menjadi salah satu negara paling korup di dunia, dan dengan janji pemberantasan korupsi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa memenangkan pemilu tahun 2004.

Dua koran ini melanjutkan, penangkapan para pejabat teras Indonesia oleh KPK telah mempertinggi peluang Yudhoyono untuk kembali terpilih pada Pemilihan Presiden Juli nanti.

Sementara itu mingguan Turki, Turkish Weekly, memberitakan Antasari telah ditetapkan menjadi tersangka karena kasus cinta segitiga yang berujung fatal dan karena satu plot pembunuhan yang dirancang intrik yang dibangun satu elite kekuasaan di Jakarta.

Dari Australia, koresponden Sidney Morning Herald di Jakarta, Tom Allard, mengutip sejumlah sumber, mengungkapkan bahwa Nasrudin telah memberi KPK informasi rinci mengenai kasus suap di perusahaannya sehingga dia mungkin dibunuh sejawatnya di perusahaan dan kemudian memasang perangkap terhadap Antasari.

Tom mewartakan, salah seorang eksekutor pembunuhan diketahui seorang warga Timor Timur yang pernah menjadi anggota milisi pro Indonesia dan sangat terlatih menembak. Selain itu, Tom menyebut hubungan Sigid Haryo Wibisono (SHW), komisaris Harian Merdeka, dengan Antasari.

"SHW adalah orang yang mempromosikan (Antasari) menjadi Ketua KPK. Dialah yang melobi DPR," lapor Tom mengutip Boyamin Saimin, teman Nasrudin.

Koran negara tetangga Singapura, The Straits Times, juga menurunkan berita penetapan Antasari menjadi tersangka dengan judul setengah bertanya, "Love Triangle in Murder Case?" atau "Cinta Segitiga dalam Kasus Pembunuhan?"

Selain mengutipkan keterangan Polri mengenai status Antasari dan ancaman hukuman mati terhadapnya jika Antasari terbukti bersalah, The Straits Times juga menyinggung kemungkinan Ketua KPK ini telah dijebak akibat kasus-kasus hukum tingkat tinggi yang ditangani lembaga pimpinannya.

Kasus ini telah mengeruhkan kembali suhu politik menjelang Pemilihan Presiden Juli nanti dalam mana Presiden Yudhoyono gencar mengampanyekan platform anti korupsi yang keras demi terpilihnya lagi sebagai Presiden RI untuk kedua kali sekaligus masa jabatan terakhirnya, demikian Straits Times.

Komentar mas guru:kasus antasari ashar

kan menghapusnya.

Wednesday, May 6, 2009

Kasus Antasari Ashar : Dagelan Atau Kasus Kriminal ?

Dunia begitu terkejut ketika polisi Repiblik Endonesya telah menangkep Bos KPK Antasari Ashar dan segera menetapkannya sebagai tersangka pembunuhan Nasrudin Zulkarnain. Dan secara bersemangat KPK mengusulkan pencopotan Antasari sebagai Bos KPK. Berita-berita miring pun segera bertebaran menghiasi media masa kita untuk ikut-ikutan mengadili Antasari, seolah-olah Antasari sudah bersalah.

Kita seolah melupakan bahwa KPK di bawah Antasari telah berhasil mengungkap kasus-kasus korupsi kelas kakap. Bayangken, besannya SBY aja dia seret ke penjara.Itu semua seolah tidak ada artinya. Masyarakat seolah 'dipaksa' untuk percaya kalo Antasari adalah the Killer.

Dalam situasi yang nggak jelas seperti ini, ada baiknya kita juga menengok apa opini yang berkembang di media-media asing. Karena, menurut Mas Guru, dalam situasi seperti ini bisa jadi mereka lebih objektif. Salah satu contoh yang tidak diangkat oleh media cetak, bahwa menurut pengakuan adik Nasrudin di salah satu televisi, pada saat di bawah ke rumah sakit, selama 12 jam tidak ada tindakan medis diberiken kepada korban. Bahkan,menurut adik Nasrudin, saat itu dikatakan bahwa ICU sejakarta sudah penuh.

Berikut berita Antara yang mengangkat pemberitaan dari media luar negeri :

Dunia Kabarkan Penahanan Antasari Azhar


Jakarta (ANTARA News) - Selain menjadi berita utama pers dalam negeri, kabar penetapan Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi yang kini nonaktif, Antasari Azhar, menjadi tersangka dalam kasus pembunuhan direktur satu BUMN, Nasrudin Zulkarnaen, juga diberitakan luas media internasional.

Harian Australia, The Sidney Morning Herald, hari ini, menurunkan judul "Indonesian anti-graft chief arrested for murder" (kepala lembaga anti korupsi Indonesia ditangkap karena pembunuhan), hampir sama dengan koran AS, Washington Post, yang merilis judul "Indonesia anti-corruption chief arrested in murder."

"Antasari Azhar yang memimpin serangkaian penyelidikan tingkat tinggi terhadap para pejabat dan lembaga pemerintah, telah menjadi tersangka namun membantah melakukan pelanggaran hukum," demikian Washington Post yang bersama harian Inggris, The Guardian, mengambil sumber sama dari Associated Press.

Indonesia, demikian The Post dan Guardian, menjadi salah satu negara paling korup di dunia, dan dengan janji pemberantasan korupsi Presiden Susilo Bambang Yudhoyono bisa memenangkan pemilu tahun 2004.

Dua koran ini melanjutkan, penangkapan para pejabat teras Indonesia oleh KPK telah mempertinggi peluang Yudhoyono untuk kembali terpilih pada Pemilihan Presiden Juli nanti.

Sementara itu mingguan Turki, Turkish Weekly, memberitakan Antasari telah ditetapkan menjadi tersangka karena kasus cinta segitiga yang berujung fatal dan karena satu plot pembunuhan yang dirancang intrik yang dibangun satu elite kekuasaan di Jakarta.

Dari Australia, koresponden Sidney Morning Herald di Jakarta, Tom Allard, mengutip sejumlah sumber, mengungkapkan bahwa Nasrudin telah memberi KPK informasi rinci mengenai kasus suap di perusahaannya sehingga dia mungkin dibunuh sejawatnya di perusahaan dan kemudian memasang perangkap terhadap Antasari.

Tom mewartakan, salah seorang eksekutor pembunuhan diketahui seorang warga Timor Timur yang pernah menjadi anggota milisi pro Indonesia dan sangat terlatih menembak. Selain itu, Tom menyebut hubungan Sigid Haryo Wibisono (SHW), komisaris Harian Merdeka, dengan Antasari.

"SHW adalah orang yang mempromosikan (Antasari) menjadi Ketua KPK. Dialah yang melobi DPR," lapor Tom mengutip Boyamin Saimin, teman Nasrudin.

Koran negara tetangga Singapura, The Straits Times, juga menurunkan berita penetapan Antasari menjadi tersangka dengan judul setengah bertanya, "Love Triangle in Murder Case?" atau "Cinta Segitiga dalam Kasus Pembunuhan?"

Selain mengutipkan keterangan Polri mengenai status Antasari dan ancaman hukuman mati terhadapnya jika Antasari terbukti bersalah, The Straits Times juga menyinggung kemungkinan Ketua KPK ini telah dijebak akibat kasus-kasus hukum tingkat tinggi yang ditangani lembaga pimpinannya.

Kasus ini telah mengeruhkan kembali suhu politik menjelang Pemilihan Presiden Juli nanti dalam mana Presiden Yudhoyono gencar mengampanyekan platform anti korupsi yang keras demi terpilihnya lagi sebagai Presiden RI untuk kedua kali sekaligus masa jabatan terakhirnya, demikian Straits Times.