Senin, 22 Maret 2010

Keamanan UN 2010

jual soal un 2010berita mengenai adanya jual soal un 2010 polda jawa timur udah mengamankan Ujian Nasional (UNAS) di Jatim. semuanya udah dipersiapkan dan membentuk ‘Operasi Cendekia 2010′. bagi yang pengen nyontek hati-hati loh!

operasi menjaga mulai dari pengadaan naskah soal ujian hingga UN 2010 selesaiPudji mengungkapkan, selain menjaga proses pelaksanaan UNAS mulai tingkat SMA, SMP, SD, juga akan menindak tegas terhadap kecurangan-kecurangan yang terjadi pada UNAS.

“Kita juga akan berusaha mencegah terhadap penyimpangan-penyimpangan yang terjadi. Polisi akan menindak tegas para pelaku tindak pidana seperti, joki, pengadaan naskah illegal dan tindak pidana lainnya,” ungkapnya.

Pudji menerangkan, petugas pengamanan maupun adanya penemuan kasus, akan diserahkan ke masing-masing polres.

“Nantinya polres akan mengembangkan sesuai dengan keadaan kamtibmas di wilayah hukum masing-masing. Polda sepenuhnya akan menyerahkan hal-hal itu ke polres masing-masing,” tandasnya.

bersiaplah kalian dengan senjata baru karena unas kali ini lebih garang, selamat berpusing ria!

Sabtu, 20 Maret 2010

Obama Batal Datang, Indonesia Tak Rugi

Metrotvnews.com, Jakarta: Pengamat internasional dari CSIS Kusnanto Anggoro menyatakan, pembatalan kedatangan Presiden Amerika Serikat Barack Obama tidak merugikan Indonesia. Penundaan lawatan orang nomor satu negara adikuasa hingga Juni nanti harus dimanfaatkan pemerintah Indonesia untuk berdiskusi dengan seluruh stakeholder termasuk DPR dan DPD.

"Saya tidak yakin pembangunan nasional dan daerah sudah dibicarakan pemerintah pusat dengan DPR dan DPD. Malahan ini masih on paper. Makanya rentang Maret-Juni ini harus dimaksimalkan," kata Kusnanto dalam sebuah diskusi di DPD/MPR RI, Jakarta, Jumat (19/3).

Kusnanto mengatakan, ditunda atau tidak, faktanya pemerintah lebih mengedepankan politik luar negeri. Kenyataannya hubungan ini lebih dirancang AS. Kusnanto menyarankan, Indonesia harus tegas dengan arah politik luar negerinya. Indonesia juga harus memperkuat pengaruhnya di ASEAN. "Dalam konteks itu Amerika tidak penting-penting amat. Amerika bahkan sudah tahu 30 tahun lagi akan tamat oleh China," kata Kusnanto.

Kusnanto berharap, Indonesia juga tidak terpesona dengan isu Komando Pasukan Khusus (Kopassus). Pemerintah harus percaya diri karena Kopassus Indonesia menduduki peringkat ketiga sedunia. "Lagipula apa harganya bantuan 600 ribu dolar. Indonesia harus lebih unggul dari Amerika. Indonesia lebih untung tanpa Amerika, tapi Amerika tidak untung tanpa Indonesia, karena mereka tanpa kita akan kehilangan 25 triliun dolar," tegas Kusnanto.

Pengamat ekonomi politik Didin S Damanhuri mengungkapkan, penundaan kunjungan Obama menjadi tantangan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ia sependapat dengan Kusnanto, SBY harus berkonsultasi dengan seluruh stakeholder di Indonesia. Bila dilakukan, Indonesia akan mempunyai harga tinggi di mata AS. "Indonesia juga tidak sekedar mengekor Amerika," ujar Didin.

Dalam bidang perdagangan, Indonesia seharusnya punya agenda independen untuk menganjurkan barang-barang lokal yang pantas dijual di Trans-Pacific. Indonesia harus membuktikan sebagai negara independen.

Karena itu, Didin mengharapkan sejumlah hal. Pertama, Indonesia mempersiapkan produk-produk eksotik dari pertanian, rumah tangga, bahkan kuliner. Kuliner Indonesia punya pangsa pasar sendiri. Kedua, Indonesia harus memberikan nilai tambah pada tehnologi. Selain itu, rencana pendidikan untuk industrialisasi juga harus diubah.

Sementara Wakil Ketua DPD RI Laode Ida mengemukakan, Obama datang bulan ini atau tahun depan tidak akan memberi manfaat bagi Indonesia.

Kecuali, Indonesia bisa menggunakan kunjungan Obama demi kepentingannya. "Saya tidak tahu kedatangannya apakah terkait penolakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia. Penundaan ini biar sajalah," kata Laode.(Andhini)





Bookmark and  Share

DETAIL VIDEO [0]

Kamis, 11 Maret 2010

Jenazah Dulmatin dan Pengawalnya Belum Diambil Keluarga

Liputan6.com, Jakarta: Jenazah Dulmatin alias Yahya Ibrahim alias Joko Pitono hingga Kamis (11/3) siang belum diambil pihak keluarga. Begitu juga dengan dua jenazah lainnya yang menurut polisi adalah pengawal Dulmatin, yaitu Ridwan serta Hasan Nur. Ketiga jenazah masih tersimpan di kamar jenazah Rumah Sakit Polri, Jakarta Timur. Ketiganya adalah teroris yang tewas dalam penggerebekan Detasemen Khusus 88 Antiteror di Gang Asem, Jalan Setia Budi, Pamulang, Tangerang, Banten, Selasa lalu [baca: Kapolri Pastikan Dulmatin Tewas].

Reporter SCTV Carlos Pardede melaporkan kerumunan wartawan masih terlihat di RS Polri. Mereka menantikan keluarga Dulmatin dan dua pengawalnya datang mengambil ketiga jenazah itu. Sementara Kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Brigadir Jenderal Musadek Ishak yang sempat hadir di RS Polri tidak bersedia memberikan keterangan kepada wartawan [baca: Jenazah Dulmatin Masih Berada di RS Polri].(BOG)


Bookmark

  • Delicious
  • Digg
  • reddit
  • StumbleUpon

POSTING KOMENTAR ANDA

Dulmatin Tewas Meninggalkan Utang Rp 70 Ribu

TEMPO Interaktif, Jakarta - Tersangka teroris yang tewas di Pamulang, Dulmatin alias Joko Pitono, ternyata masih meninggalkan utang Rp 70 ribu. Awal Januari lalu, teroris yang dinyatakan buron sejak delapan tahun lalu ini pernah memesan sembilan tas ransel.

Teguh sempat curiga dengan pesanan tetangga se-RT-nya itu. Pasalnya, warga setempat tidak tahu latar belakang warga yang mengaku bernama Yahya Ibrahim itu. "Cuma tahu kerja jual-beli mobil di Ciputat," katanya.

Terlebih, rumah kontrakan Yahya di Gang Salak 5 kerap dikunjungi tamu bergamis dari luar lingkungan itu. Namun, pertanyaan-pertanyaan Teguh selalu diacuhkan Yahya. "Orangnya ga banyak omong," katanya.

Namun dari satu percakapan, tersirat Yahya memiliki banyak pengikut. "Yahya sempat bilang, kalau tasnya bagus, akan pesan lagi, 'orang saya banyak'," kata Teguh.

Tapi jangankan memesan tas lagi, melunasi utang Rp 70 ribu pun tak sempat dilakukan Dulmatin. Maut lebih cepat menjemputnya. Untung pengusaha konveksi itu akhirnya merelakan piutangnya. "Ya saya ikhlasin saja," kata Teguh..


REZA M

  • Share on Facebook
  • Send
  • Print

Selasa, 09 Maret 2010

Polisi Terus Gempur Teroris di Aceh

Minggu, 7 Maret 2010 | 17:37 WIB
SERAMBI/M ANSHAR
Brimob dari Mabes Polri melakukan pergantian dengan pasukan Brimob sebelumnya, sebelum melakukan operasi pengepungan lanjutan terhadap kelompok radikal di kawasan hutan Desa Lam Kabeue, Aceh Besar, Jumat (5/3/2010).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepolisian masih terus melakukan upaya penyergapan terhadap kelompok teroris di Lamkabeu, Aceh Besar. Meski tiga anggota kepolisian dari Brimob Polda Aceh dan Densus 88 Gegana Brimob, Kelapa Dua, Depok, tewas, namun tidak ada pengurangan kekuatan pasukan.

"Pasukan masih disana, dan tetap melakukan pengejaran," kata Kepala Korps Brimob Polri Irjen Imam Sudjarwo, usai pemakaman Brigadir Boas Woasiri, di Taman Makam Pemuliaan, Pusat Latihan Multifungsi Polri, Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Minggu (7/3/2010).

Ia mengatakan, hingga saat ini kekuatan pasukan Densus 88 dari Gegana Brimob yang melakukan penyergapan berjumlah sekitar 300 orang. "Beberapa hari lalu bahkan kekuatan kita tambah satu kompi. Kita berangkatkan kesana untuk penebalan," tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wakadiv Humas Mabes Polri Brigjen Sulistyo Ishak menegaskan hal yang sama. Lebih lanjut, ia mengatakan, polisi masih mendalami afiliasi kelompok dan jaringan dari teroris di Aceh tersebut.

Disinggung apakah kelompok teroris ini terkait jaringan Al Qaida dan bertujuan melintas Selat Malaka, Sulistyo belum bisa menjelaskan detail. "Informasi akan didalami. tentunya belum sampai ke sana," demikian Sulistyo.

Penulis: C11-09 | Editor: mbonk Dibaca : 9272
Sent from Indosat BlackBerry powered by
Font: A A A








Ada 14 Komentar Untuk Artikel Ini. Kirim Komentar Anda

  • amborfull amborfull
    Senin, 8 Maret 2010 | 20:24 WIB
    buru terus teroris pak polisi jangan menyerah,.........lepas baju pun jadi biar dia berani maju dan bisa di berangus habis, hahahaha,................hidup pak polisi. tapi pak polisi gakboleh semena2 kepada rakyat ya,...................dan untuk yang gugur pak polisi , moga kamu menjadi acuan semangat pasukan,dan moga amal ibadah di terima di sisiNya ,amin.............

  • moch. anan
    Senin, 8 Maret 2010 | 10:21 WIB
    semua kegiatan pasti punya cara bertindak yang telah ditentukan,,,,, jadi kita sebagai warga negara yang baik kasih aja semangat bagi mereka2 yang ada di sana,,,jangan malh menilai yang tidak2.........

  • rakyat jelata
    Senin, 8 Maret 2010 | 07:24 WIB
    sudah selayaknya kita harus memberi dukungan pd pemerintah dan jajarannya dlm menumpas teroris hargai jerih payah mereka dlm membela n menjaga keamanan negara,sy menghimbau jangan berkomentar negatif jika tdk tahu /memahami mslah btapa sedihnya mrk yg tlh kehilangan anggota klgnya demi membela negara.

  • andara early
    Selasa, 9 Maret 2010 | 16:27 WIB
    gus der, gimana nanti kalau anak kamu yg jadi tentara terus meninggal di tugasnya. apa komentar kamu?....

  • amborfull amborfull
    Senin, 8 Maret 2010 | 20:28 WIB
    buka baju juga boleh kok pak polisi,..............maju terus pantang mundur,..kalo nunggu perlengkapan tempur kapan mau berangkat perang habis gak ada lagi bajunya anti peluru itu aja undian,....keburu hilang para terorisnya.
1 2 3 »
Kirim Komentar Anda
Silakan login untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.

Penggerebekan Teroris di Aceh & Pamulang Settingan?


text TEXT SIZE :
Share
Maria Ulfa Eleven Safa - Okezone

JAKARTA - Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf sudah mencium aksi teroris di Aceh setahun lalu dan melaporkannya kepada polisi. Namun tidak langsung ditindak lanjuti, alasannya polisi masih menunggu waktu yang tepat. Jika dicermati, aksi teror kerap terjadi menjelang kedatangan tamu asing, seperti menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat, Barack Obama, 20-22 Maret mendatang. Apakah ini settingan polisi?

"Yang saya khawatirkan ya seperti itu," terang Eksekutif Direktur International Institute for Peacebuliding, Noor Huda Ismail saat dihubungi okezone, Rabu (10/3/2010).

Jebolan pesantren Ngruki sekaligus pengamat teroris ini menambahkan, wajar jika masyarakat akhirnya menghubung-hubungkan antara satu peristiwa dengan peristiwa teror di Indonesia. "Dan ini yang harus dijelaskan kepolisian, polisi harus menjelaskan tugasnya kepada masyarakat. Karena, manajemen polisi (dalam menangani kasus) berantakan. Misalnya, kasus salah tangkap, pemaksaan, manipulasi kasus dan sebagainya," imbuhnya.

Berkaitan dengan penggerebekan teroris di Pamulang kemarin, Noor menyayangkan pendekatan-pendekatan yang dilakukan polisi untuk menangkap teroris. "Pendekatan legal formal saja tidak cukup dan tidak akan menyelesaikan masalah. Seharusnya, polisi tidak langsung mematikan teroris di Pamulang, bisa saja dilumpuhkan dulu agar bisa mengorek keterangan lebih jauh dari dia. Kan nembak itu ada prosedurnya, kalau sudah begini kan jadi panjang ceritanya," tutupnya.

Sebagaimana diketahui, sekira pukul 11.00 WIB, Densus 88 Anti Teror meringkus seorang pemuda di Warnet Multiplus. Pemuda yang diduga Dulmatin ini pun akhirnya tewas karena berusaha melawan saat ditangkap.

Tak lama berselang, Densus 88 juga menggerebek sebuah rumah di Gang Asem, Gaplek Pamulang. Dari lokasi tersebut, Densus juga terpaksa menembak mati dua orang karena dinilai membahayakan. Hingga kini, polisi masih melakukan identifikasi terhadap tiga jenazah tersebut.(bul)
(hri)

Bagi Pengguna Ponsel, BlackBerry Nikmati Berita Terkini Di http://m.okezone.com
Share
 Ada 0 komentar untuk berita ini. Komentar Anda?

Silahkan kirim komentar Anda. Kami berhak menghapus komentar apabila diperlukan

Penembakan teroris dan kedatangan obama


JAKARTA (Pos Kota) – Indonesia seperti sedang cari muka dari Amerika Serikat menjelang kedatangan Presiden Obama. Hal ini terbukti dengan peningkatan aktivitas pengejaran terhadap pelaku teroris.

“Kesannya, dengan penangkapan teroris ini pemerintah Indonesia ingin menunjukkan kepada Presiden Amerika Serikat Barack Obama bahwa Indonesia sukses memberantas teroris,” kata pengamat intelijen dan teroris, Soeripto.

Mantan anggota DPR dari FPKS ini melihat gerakan teroris Pamulang ini berbeda dengan yang selama ini bergerak di Indonesia. Mereka bergerak tidak berdasarkan garis komando.
“Sekarang modelnya asimetris terpencar-pencar dalam sel-sel sendiri-sendiri dan tidak mengandalkan garis komando lagi,” katanya. “Kelompok semacam ini mudah dimainkan inteligen asing untuk ditunjukkan kepada Obama.”

Namun berbeda dengan Soeripto, pengamat teroris UI Wawan Purwanto mengaku tidak memiliki data tentang keterkaitan teroris ini dengan rencana kedatangan Obama. “Sampai saat ini belum ada data maupun saksi yang mengarah ke sana,” katanya.

Meski demikian, kalau bicara kemungkinan bisa saja hal itu dikait-kaitkan. Namun yang pasti bila bicara saat ini belum ada petunjuk yang bisa dipegang. “Kalau bicara kemungkinan bisa saja tapi datanya belum ada,” katanya.

Kalau soal kaitan dengan teroris yang pernah ada di Indonesia, Wawan mengatakan hal itu saling berhubungan meskipun namanya berbeda. “Kalau itu ada data-data yang mendukung, cara bekerja, pergerakan mereka dan beberapa hal lain ada kesamaan. Meski selalu muncul dengan beda nama,” tambahnya.

Hal sama dikemukakan Kepala Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme Menko Polhukam, Ansyaad Mbai. Menurutnya sangat jelas kaitan antara teroris yang tertembak di Pamulang dan pengejaran di Aceh saat ini. “Meski demikian kita harus menunggu kepastiannya dari Mabes Polri,” katanya.

Al Haidar, pengamat troris lainnya juga sependapat bahwa penembakan di Pamulang merupakan pengembangan dari Aceh. Bahkan pemasok senjata yang digunakan kelompok ini merupakan pasokan dari Pandeglang.

Disebutkan pula, teroris yang tertangkap dan juga tertembak di Pamulang mempunyai target Jakarta. “Biasanya memang seperti itu, mereka akan mendekati target untuk menyusun operasinya,” jelasnya. “Kalau targetnya Jakarta, mereka bisa berkumpul di Tangerang, Banten atau Bogor.”

BELUM BERUBAH

Sementara itu, informasi yang diperoleh dari Departemen Luar Negeri belum ada pemberitahuan tentang perubahan rencana kunjungan Obama ke Indonesia pertengahan Maret ini, menyusul penggerebekan teroris di Pamulang dan Aceh.

“Justru dengan pengungkapan kasus teroris ini menunjukan kesan positif bagi AS dan negara lainnya tentang keseriusan Indonesia dalam menumpas jaringan teroris,” kata Juru Bicara
Kementerian Luar Negeri Teuku Faizasyah yang dihubungi di Jakarta, Selasa (9/3) malam.
Ia mengatakan pengungkapan kasus teroris itu tidak akan mempengaruhi kedatangan Obama ke Indonesia. “Sampai sekarang kami masih melakukan persiapan protokoler maupun substansi dari kunjungan kenegeraan tersebut,” katanya.

Dalam sehari kemarin, terjadi penyergapan pelaku teroris di kawasan Pamulang, Tangerang. Penggerebkan pertama terjadi di ruko di Jl. Siliwangi nomor 6. Dari penggerebekan di tempat itu seorang yang dikenali bermana YI alias M tewas tertembak. Dari tangannya ditemukan sebuah revolver dengan enam peluru, satu diantaranya sudah ditembakkan.
Pada waktu yang hampir bersamaan, penggerebekan kedua terjadi di Jl. Setiabudi 15 Pamulang Barat. Dua orang di atas sepeda motor tewas tertembak. (winoto/johara/B)

Bookmark  and Share